Posts

Showing posts with the label Zulfan Tadjoeddin

Seri 7: "The Narrow Corridor" (Acemoglu dan Robinson, 2019) - Fri, 02/10/20

Image
Seri Diskusi Buku "Aksi Literasi" KORIDOR SEMPIT KEBEBASAN ..... Setelah buku pertama mereka yang mendapat perhatian besar, WHY NATIONS FAIL (2012), kini Daron Acemoglu dan James A. Robinson kembali menghentak lewat buku terbaru, THE NARROW CORRIDOR: States, Societies, and The Fate of Liberty (2019). Dalam buku pertama mereka membahas pentingnya institusi-institusi negara yang inklusif, sebagai basis bagi ekonomi inklusif. Tetapi pertumbuhan ekonomi yang inklusif hanya mungkin eksis kalau ada jaminan ruang kebebasan dan kreativitas.   Kebebasan itu ada dalam koridor sempit dinamika tolak-tarik antara kekuasaan negara (power of state) dan kontrol masyarakat (power of society). Tidak mudah memang menjaga keberimbangan antara keduanya dalam koridor sempit. Tapi keberimbangan itu harus terus dijaga agar bisa terwujud institusi-institusi politik dan ekonomi yang inklusif, menggantikan yang ekstraktif. Bedah buku kali ini menghadirkan pembahas, yaitu Andrinof Chaniago (dosen ekono...

Seri 6: "Employment and Re-Industrialization" (Tadjoeddin dan Chowdury, 2018) - Fri, 01/08/20

Image
"Reindustrialisasi Berkelanjutan: Suatu Keniscayaan" Bedah Buku ke-6 dari komunitas Aksi Literasi menghadirkan buku "Employment and Re-industrialisation in Post-Soeharto Indonesia". Buku ini ditulis oleh Zulfan Tadjoeddin dan Anis Chowdury. Pembahasnya adalah dua ekonom: Poppy Ismalina dan Tata Mustasya. Pengantar diskusi diberikan oleh Andrinof Chaniago. Bedah buku melalui zoom ini digelar Sabtu, 1 Agustus 2020. Zulfan memulai pemaparan dengan menjelaskan bahwa buku ini merupakan hasil analisa dari apa yang terjadi di Indomesia pada era pasca rejim Soeharto, yakni 2001 sampai 2016. Saat itu, Indonesia pernah mengalami keajaiban pertumbuhan ekonomi ("Miracle Economy") bersama beberapa negara Asia Timur lainnya. Macan Asia ketika itu menunjukkan keperkasaannya. Untuk Indonesia, andalannya adalah buruh murah. Namun, beberapa catatan kritis ditemui di sini. Meski pertumbuhan ekonomi meningkat, tapi kesenjangan juga melebar. Selain itu, upah buruh rendah dan p...

Seri 2: "Identity" (Fukuyama, 2018) dan "When Violence Works" (Barron, 2019) - Fri, 12/06/20

Image
  "Demokrasi Liberal sedang Mengalami Pembusukan" Jumat 12/06/20 sore digelar bedah buku ke-2 Aksi Literasi via zoom. Ada dua buku yang dibahas. Pertama, buku Francis Fukuyama, berjudul "Identity: Demand for Dignity and Politics of Resentment". Pemaparnya: Eko Sulistyo, seorang sejarawan yang menjadi Deputy di KSP (2015-2019). Demokrasi di ujung tanduk seiring menguatnya politik identitas di seluruh belahan dunia. Nasionalisme sempit ini menurut Fukuyama akan merusak demokrasi itu sendiri. Kelompok dan para pemimpin populist tidak percaya dengan institusi dan nilai-nilai demokrasi, akan tetapi mereka menggunakan mekanisme demokrasi untuk konsolidasi kekuatan. Mereka menjual isu-isu identitas primordial sempit. Cukup efektif. Banyak yang sudah terpilih sebagai kepala negara dengan jualan politik identitas itu. Fukuyama melihat hal ini karena demokrasi belum mampu menjawab secara sempurna apa yang disebutnya dengan problem of thymos, dimana semua orang ingin direkogn...