Posts

Seri 5: "Kuasa Uang" (Muhtadi, 2020) - Fri, 17/07/20

Image
Edisi kelima dari Gerakan Literasi membedah kembali buku "Kuasa Uang" karya Burhanuddin Muhtadi (2020) . Kami (Irwandi, pen) tanya langsung kepada penulis tentang saripati dari buku "Kuasa Uang" yg merupakan terjemahan dari buku edisi bahasa Inggrisnya. Pengarang mengirimkan saya pesan seperti dibawah ini: "Buku ini melakukan investigasi terhadap dampak politik uang terhadap akuntabilitas lembaga-lembaga demokrasi dan representasi kebijakan di negara-negara demokrasi baru. Untuk itu, buku ini menyajikan studi yang komprehensif mengenai dinamika jual beli suara dalam konteks demokrasi yang baru tumbuh di Indonesia, dengan mengeksplorasi karakteristik, intensitas, determinan, strategi penargetan, dan efek elektoral politik uang. Studi ini membahas isu-isu sentral tersebut dalam konteks studi perbandingan mengenai pembelian suara, dengan argument bahwa meskipun loyalis partai cenderung menjadi target operasi pembelian suara, secara absolut —mengingat jumlah pemili...

Seri 4: "Capital and Ideology" (Piketty, 2019) - Fri, 03/07/20

Image
  Thomas Piketty, ekonom Prancis, dengan cemerlang menuliskan ide-idenya dalam buku terbarunya, Capital and Ideology, terbitan 2020. Meski terbilang muda, belum setengah abad, tetapi Piketty sudah diakui layak bersanding dengan Joseph Stigliz dan Paul Krugman, dua ekonom yang sudah menerima Hadiah Nobel, dalam suatu event. Piketty juga dalam tulisannya senantiasa menonjolkan ideologi sebagai pisau analisa dan dengan tajam melihat ekonomi bukan sesuatu yang lepas dari isu sosial politik. Keunggulan inilah yang membuat ide Piketty amat sangat layak diperbincangkan. Buku terbarunya tersebut di atas, setebal lebih dari seribu halaman, dibahas dengan begitu menariknya di ajang bedah buku ke-4 komunitas Aksi Literasi pada Jumat, 3 Juli 2020. Kali ini yang jadi pembahas adalah Dr. Airlangga Pribadi, dosen FISIP Universitas Airlangga. Sementara yang jadi penanggap adalah Kandidat Doktor Usman Kansong dan Dr. Fachru Nofrian. Dalam diskusi ini, Piketty dipandang secara seimbang. Ada apresia...

Seri 3: "Political Tribes" (Chua, 2020) - Fri, 19/06/20

Image
  Buku yang dibahas ini sangat relevan dengan kondisi kekinian Indonesia seiring menguatnya politik identitas di mana-mana. Pembedah utama kali ini adalah Manuel Kaisiepo, penasehat kantor staf presiden RI. Dua penanggap adalah Usman Kansong, kandidat doktor Komunikasi, UI, serta Putri Jasmine, aktivis dan outstanding graduates of Unpad. Diskusi yang berlangsung pada Jumat, 19 Juni 2020 ini dimoderatori oleh Swary Utami Dewi. Dari interaksi para peserta dapat disimpulkan bahwa politik identitas terjadi hampir di semua negara. Bahkan kemenangan Trump di Pemilu AS (sebagai garda depan demokrasi) masih menampilkan identitas. Di Asia, politik identitas semakin meruncing dan menjadi sumber konflik horizontal. Sumber: Admin dan Irwandi Maek

Seri 2: "Identity" (Fukuyama, 2018) dan "When Violence Works" (Barron, 2019) - Fri, 12/06/20

Image
  "Demokrasi Liberal sedang Mengalami Pembusukan" Jumat 12/06/20 sore digelar bedah buku ke-2 Aksi Literasi via zoom. Ada dua buku yang dibahas. Pertama, buku Francis Fukuyama, berjudul "Identity: Demand for Dignity and Politics of Resentment". Pemaparnya: Eko Sulistyo, seorang sejarawan yang menjadi Deputy di KSP (2015-2019). Demokrasi di ujung tanduk seiring menguatnya politik identitas di seluruh belahan dunia. Nasionalisme sempit ini menurut Fukuyama akan merusak demokrasi itu sendiri. Kelompok dan para pemimpin populist tidak percaya dengan institusi dan nilai-nilai demokrasi, akan tetapi mereka menggunakan mekanisme demokrasi untuk konsolidasi kekuatan. Mereka menjual isu-isu identitas primordial sempit. Cukup efektif. Banyak yang sudah terpilih sebagai kepala negara dengan jualan politik identitas itu. Fukuyama melihat hal ini karena demokrasi belum mampu menjawab secara sempurna apa yang disebutnya dengan problem of thymos, dimana semua orang ingin direkogn...

Seri 1: "The Tyranny of Experts" (Easterly, 2014) - Fri, 05/06/20

Image
  Ini adalah sesi perdana bedah buku Aksi Literasi. Dilaksanakan pada Jumat sore, 5 Juni 2020. Buku yang dibahas adalah The Tyranny of Experts karya William Easterly (2014). Pembahas adalah: Ifdhal Kasim, Ketua Komnas HAM RI (2010-2012), Irwandi Maek, kandidat doktor Universitas Redboud Belanda, dan L. Tri Wijaya, dosen TI, Unibraw Malang. Diskusi dibuka dengan pengantar sekaligus perkenalan gerakan oleh Andrinof Chaniago selaku inisiator dan pendiri gerakan Aksi Literasi.

Gerakan Aksi Literasi

Image
Aksi Literasi adalah komunitas independen yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas budaya baca di Indonesia melalui kegiatan seperti bedah buku, diskusi, dan penyaluran buku secara terbatas.  Keanekaragaman paradigma dalam ilmu, apalagi ilmu sosial adalah fakta alamiah. Keanekaragaman itu seharusnya dipandang sebagai kekayaan untuk kita saling belajar. Setiap pemikiran memiliki nalar dan aturan yang berbeda. Pemikiran-pemikiran itu saling berdialog satu dengan yang lainnya. Mungkin banyak pemikiran yang sudah "dikubur", bisa hidup kembali, karena memiliki relevansi dan bisa menjelaskan fenomena kekinian. Forum Aksi Literasi yg digagas dan diinisiasi oleh Andrinof Chaniago sekitar Mei 2020 ini tempat yang tepat untuk kita saling belajar berbagai perspektif dan paradigma berfikir itu. Kita harus berfikir totalitas. (AJ/IM)